3.300 Dokter di Selandia Baru Mogok, Ribuan Operasi Dibatalkan

Anton Suhartono
Ilustrasi (Foto: AFP)

WELLINGTON, iNews.id - Sekitar 80 persen dokter muda di rumah sakit pemerintah Selandia Baru, Selasa (15/1/2019), menggelar mogok kerja. Mereka menuntut perbaikan kesejahteraan dan kondisi kerja.

Kenaikan gaji tak sebanding dengan melonjaknya biaya hidup. Kondisi ini juga dialami perawat, guru, dan petugas pengadilan. Tuntutan kenaikan gaji sudah disuarakan sejak tahun lalu.

Namun kondisi yang dialami para dokter di rumah sakit pemerintah bukan sekadar kesejahteraan, tapi juga kondisi kerja.

"Mereka ingin mengendalikan kapan kami bekerja, bagaimana kami bekerja, dan di mana kami bekerja," kata pejabat serikat dokter, Deborah Powell, dikutip dari Reuters.

Powell menambahkan, pihaknya sudah berusaha menyelesaikan masalah ini tanpa aksi mogok, tapi mereka tak punya pilihan lagi. Negosiasi yang berlangsung pada pekan lalu tak menemukan solusi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Fakta Menarik! Rutin Main Basket Bisa Memperpanjang Umur hingga 2,7 Tahun

57 tahun lalu

Dokter di Daerah Terpencil Terbatas, DPR Usul Manfaatkan AI

57 tahun lalu

DPR Usul AI Gantikan Dokter di Daerah Terpencil, Menkes Jawab Begini!

57 tahun lalu

Menkes Gandeng KemenPANRB dan Kemendagri untuk Atasi Kesenjangan Tunjangan Dokter Spesialis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal