“Kami harus pulang, bahkan ke reruntuhan. Kami tidak punya rumah, tapi keluarga ada di sini dan kami akan saling membantu," ujarnya.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlaku pada 19 Januari lalu, militer Zionis baru membuka akses koridor itu 10 hari kemudian.
Sebelumnya Hamas merilis nama-nama sandera Israel yang akan dibebaskan dalam pertukaran tahanan gelolombang ketiga pekan ini. Di antara nama tersebut ada seorang warga Israel yang diyakini sebagai sandera sipil perempuan terakhir yang masih ditahan. Segera setelah pengumuman itu, Israel membuka akses Koridor Netzarim diserta dengan menarik sebagian pasukannya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar Majed bin Mohammed Al Ansari mengatakan sebelumnya, otoritas Israel akan mengizinkan warga Palestina yang mengungsi kembali ke utara dengan imbalan pembebasan tiga sandera.
Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata tahap pertama pada 15 Januari yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS), namun berlaku efektif 4 hari kemudian.