40 Tahun Pascarevolusi, Eks Presiden Iran Kritik Ayatollah Khamenei

Nathania Riris Michico
Mantan Presiden Iran Abolhassan Bani Sadr berbicara di Paris, Perancis, 31 Januari 2019. (Foto: Reuters)

"Dolar Amerika hari ini bernilai 2.000 kali lebih banyak dibanding 40 tahun lalu. Singkatnya, inilah kisah dan penderitaan rakyat Iran saat ini akibat menyerahkan diri pada tatanan politik baru yang tidak mereka pahami," tambah Mehrdad.

Mehrdad Khonsari menambahkan dampak negatif revolusi terakhir 1979 itu membuat rakyat Iran 'khawatir untuk memilih sesuatu yang baru.'

Peringatan Revolusi Islam Iran Kembali Kecam AS

Pada peringatan 40 tahun Revolusi Islam Iran 11 Februari kemarin, Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sebuah rapat umum mengatakan musuh-musuh negara itu tidak akan mencapai apa yang disebutnya sebagai "tujuan jahat".

Kerumunan itu juga meneriakkan "Matilah Amerika" dan "Mati lah Israel."

Tahun lalu, AS menarik diri dari perjanjian nuklir yang disepakati dengan lima negara adidaya lainnya dan Iran, yang membatasi program nuklir negara itu dan kembali memberlakukan sanksi-sanksi ekonomi yang tegas.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Iran Ungkap Kerugian Awal akibat Perang, Rp4.600 Triliun Lebih

Internasional
5 jam lalu

Iran Tuntut Ganti-Rugi Perang ke Negara-Negara Arab, Materil dan Moril

Internasional
5 jam lalu

Disebut Luka Parah, Bagaimana Kondisi Terkini Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei?

Internasional
12 jam lalu

Wapres AS Sebut Perundingan Damai dengan Iran Capai Banyak Kemajuan meski Berujung Gagal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal