Namun sejak serangan brutal Israel di Gaza dan Tepi Barat, perayaan Natal digelar dengan sangat-sangat sederhana, nyaris tanpa simbol-simbol.
Sebagian besar sumber sepakat ada sekitar 50.000 pemeluk Kristen di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Sekitar 2 persen dari total populasi di Tepi Barat dan kurang dari 1 persen di Gaza beragama Kristen.
Pemerintahanan sementara Suriah yang baru dibentuk pasca-penggulingan Presiden Bashar Al Assad mengumumkan Selasa dan Rabu (25-26/12/2024) sebagai hai libur nasional terkait perayaan Natal Katolik.
"Bagi seluruh pegawai negeri sipil, pada 25-26 Desember 2024, kini ditetapkan sebagai hari libur resmi. Lembaga dan kementerian terkait yang tugasnya dibutuhkan akan tetap bekerja," bunyi pernyataan pemerintah.
Suriah masih dalam kondisi yang belum stabil setelah negara itu berada dalam genggaman rezim keluarga Assad selama 50 tahun lebih. Di bawah kekuasaan Partai Ba'ath yang sekuler, praktik agama sangat dibatasi.