Namun semua berubah sejak 8 Desember lalu setelah kelompok oposisi bersenjata yang dipimpin Hayat Tahrir Al Sham (HTS) menggulingkan Assad.
Umat Kristiani di Suriah pada Selasa kemarin melakukan unjuk rasa damai di pinggiran Kota Damaskus serta lingkungan komunitas Kristen. Mereka menuntut hak-hak dalam menjalankan keyakinan mereka di bawah pemerintahan sementara yang baru dibentuk.
Pemerintahan baru Suriah di bawah Perdana Menteri Mohammed Al Bashir berjanji merangkul semua kepentingan di negaranya untuk mewujudkan persatuan. Bahkan dia memaafkan para penganut Syiah yang semasa perang saudara sejak 2011 ikut memusuhi umat Islam Sunni.
Sudan untuk pertama kali sejak hampir 10 tahun merayakan Natal pada 2019, ditandai dengan menjadikannya sebagai hari libur nasional.
Hari libur tersebut diumumkan oleh kabinet sipil Sudan, yang menyerukan peningkatan kesetaraan agama setelah puluhan tahun pemerintahan yang mengesampingkan kelompok minoritas.