Perayaan Natal publik sempat dihentikan oleh mantan Presiden Omar Al Bashir pada 2011. Itu ditandai dengan pemisahan diri negaranya dengan Sudan Selatan, yang mayoritas penduduknya memeluk Kristen.
Dia digulingkan pada April 2019 setelah demonstrasi besar-besaran rakyat yang mengadvokasi kesetaraan lebih besar di Sudan, termasuk soal kelompok etnis dan agama.
Yordania menetapkan Natal sebagai hari libur nasional sejak lama. Setiap tahun Natal dirayakan meriah dengan dekorasi, pohon Natal, serta lampu yang memenuhi restoran, mal, hotel, serta lingkungan.
Natal juga meriah dengan pasar yang menjajakan berbagai makanan atau kue hingga hadiah.
Pasar Natal biasanya diadakan oleh hotel, organisasi lokal, serta gereja. Pasar dan bazar ini juga menampilkan pertunjukan musik langsung oleh musisi lokal.
Selain itu banyak tempat-tempat di Yordania yang menjadi lokasi ziarah tahunan bagi umat Kristiani dari berbagai negara. Kunjungan itu membuat Natal semakin meriah di Yordania.