7 Fakta Kematian George Floyd, Pemicu Demonstrasi Antirasial di Amerika Serikat

Arif Budiwinarto
Aksi unjuk rasa antirasial dipicu tewasnya pria kulit hitam George Floyd di Minneapolis (foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Tewasnya pria Afro-America, George Floyd, memantik aksi unjuk rasa besar-besaran sejak akhir pekan kemarin di Amerika Serikat. Kematian pria 40 tahun itu kembali memanaskan isu rasisme di negara Paman Sam.

Floyd tewas saat diamankan polisi Minneapolis atas dugaan peredaran uang palsu. Video yang direkam warga kemudian menjadi viral di media sosial.

Unjuk rasa awalnya berlangsung di Minneapolis, namun terus meluas ke lebih dari 30 kota Amerika Serikat setelah muncul isu rasisme. Demonstran menyuarakan keadilan untuk orang-orang kulit hitam.

Berikut ini fakta di balik tewasnya George Floyd:

1. George Floyd alami kekerasan fisik

Dalam video yang viral di media sosial memperlihatkan George Floyd dibuat tak berdaya saat ditangkap oleh polisi Minneapolis. Selama lima menit, leher Floyd ditekan menggunakan lutut oleh opsir Derek Chauvin.

Meskipun Floyd sempat mengatakan dirinya tak bisa bernapas, Derek tetap tidak menurunkan lututnya sampai akhirnya pria kulit hitam itu meregang nyawa.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
1 hari lalu

Ngeri! Iran Siapkan Senjata Baru Serang Pangkalan-Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

1 hari lalu

Disebut Anti-Semit oleh Netanyahu, Ini Komentar Pedas Walkot New York Mamdani

1 hari lalu

Perang Iran-AS Bisa Berakhir Tahun Ini? Ini Jawaban Presiden Pezeshkian

2 hari lalu

Trump Tak Main-Main soal Nuklir Iran, Menlu Rubio: Bukan Sekadar Isu Politik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal