7 Fakta Kudeta Myanmar, dari Tuduhan Pemilu Curang sampai Ancaman Sanksi AS

Anton Suhartono
Militer Myanmar menjaga balai kota Yangon setelah mengambil alih kekuasaan dari Aung San Suu Kyi (Foto: Reuters)

Beberapa jam setelah menculik Suu Kyi serta pejabat lain, militer mengumumkan keadaan darurat nasional selama setahun dan mengambil alih kekuasaan. Panglima Angkatan Bersenjata Min Aung Hlaing diangkat menjadi pemimpin Myanmar.

Pada Senin malam, Myanmar mengumumkan 11 menteri baru yang menggantikan semua anggota kabinet Suu Kyi. Mereka terdiri dari jenderal aktif, mantan perwira, serta mantan penasihat pemerintah sebelumnya.

4. Aung San Suu Kyi serukan warga tolak kudeta

Setelah pengambilalihan kekuasaan oleh militer, pemimpin NLD Win Htein merilis pernyataan yang dibuat Suu Kyi sebelum dirinya ditangkap. Isu kudeta sudah santer terdengar pekan lalu setelah pejabat militer mengancam akan mengambil tindakan tegas jika tuduhan kecurangan pemilu tak direspons dengan tegas.

Dalam pernyataan itu Suu Kyi meminta warga untuk menolak dan memprotes kudeta karena hanya akan mengembalikan negara di bawah kediktatoran militer.

"Tindakan yang dilakukan militer ini merupakan aksi untuk mengembalikan negara di bawah kediktatoran," bunyi pernyataan atas nama Suu Kyi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas

8 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

16 hari lalu

Trump Blak-blakan Ingin Maju Pilpres AS 2028, tapi...

19 hari lalu

Kondisi Terkini Joe Biden Memprihatinkan, Kesakitan akibat Kanker Prostat Menyebar ke Tulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal