7 Fakta Kudeta Myanmar, dari Tuduhan Pemilu Curang sampai Ancaman Sanksi AS

Anton Suhartono
Militer Myanmar menjaga balai kota Yangon setelah mengambil alih kekuasaan dari Aung San Suu Kyi (Foto: Reuters)

USDP menuding pemungutan suara diwarnai kecurangan serta tidak bebas dan tidak adil. Mereka mendesak para pejabat UEC mundur dan pemilu diulang.

Pengamat politik Khin Zaw Win memperingatkan terjadinya kekacauan dalam beberapa bulan mendatang. Situasi itu merupakan konsekuensi karena UEC diisi oleh orang-orang yang berpihak kepada penguasa dan tidak kompeten.

2. Penculikan Aung San Suu Kyi

Militer Myanmar menculik perempuan 75 tahun itu pada Senin dini hari, beserta para pejabat seperti Presiden Win Myint, serta pemimpin partai NLD lainnya. 

Mereka ditahan di lokasi yang sampai berita ini diturunkan belum diketahui. Bukan hanya itu, kondisi Suu Kyi serta tahanan lain belum bisa dipastikan.

Penculikan ini berlangsung beberapa jam sebelum parlemen yang baru seharusnya menggelar sidang perdana di Ibu Kota Naypyitaw. Partai Suu Kyi menguasai mayoritas suara parlemen setelah menang telak dalam pemilu 2020.
 
3. Jenderal Min Aung Hlaing ambil alih kepemimpinan Myanmar

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

9 hari lalu

Trump Blak-blakan Ingin Maju Pilpres AS 2028, tapi...

13 hari lalu

Kondisi Terkini Joe Biden Memprihatinkan, Kesakitan akibat Kanker Prostat Menyebar ke Tulang

1 bulan lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal