9 Perusahaan di Jepang Dikirim Surat Diduga Mengandung Bubuk Sianida

Anton Suhartono
Ilustrasi (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Sembilan perusahaan Jepang, termasuk perusahaan farmasi dan surat kabar, mendapat kiriman surat ancaman. Isi dari surat mengandung bubuk putih yang diyakini racun sianida itu pelaku meminta uang.

Surat dikirim atas nama beberapa orang, salah satunya Shoko Asahara, pendiri kelompok pemujaan Aum Shinrikyo yang telah dieksekusi. Disebutkan, pelaku mengancam akan membunuh tanpa pandang bulu menggunakan bahan beracun.

Amplop mencurigakan itu diterima oleh tujuh perusahaan farmasi, enam berkantor di Tokyo dan satu lagi di Osaka. Dua lainnya ditujukan kepada surat kabar The Mainichi di Tokyo dan perusahaan makanan di Hokkaido. Polisi menolak menyebutkan nama-nama perusahaan farmasi dan makanan yang menjadi sasaran.

Masing-masing perusahaan dikirim amplop yang isinya selembar kertas berukuran A4 berisi pesan, "Saya akan membuat obat palsu yang mengandung potasium sianida dan mendistribusikannya. Kirim 35 juta won dalam bitcoin pada 22 Februari. Jika tidak, tragedi akan terjadi."

Seorang pejabat surat kabar The Mainichi,  seperti dikutip dari Kyodo, Minggu (27/1/2019), mengatakan, perusahaan menyerahkan surat itu kepada polisi dan akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan

Internasional
5 hari lalu

Keji, Suami Bakar Jasad Istri di Kebun Binatang

Internasional
8 hari lalu

Indonesia Pinjamkan Sepasang Komodo ke Kebun Binatang Jepang, Ditukar Panda Merah

Nasional
11 hari lalu

Gempa Besar M6 Guncang Hokkaido Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal