Afrika Selatan Akan 'Redupkan' Sinar Matahari untuk Atasi Kekeringan

Anton Suhartono
Afrika Selatan dilaporkan akan 'meredupkan' sinar matahari untuk mengatasi kekeringan (Foto: AFP)

Ini diperparah dengan kondisi iklim, di mana para ilmuwan memprediksi musim kering di Cape Town akan tiga kali lipat lebih parah pada 2100.

Dalam penelitian yang diterbitkan 2 pekan lalu di jurnal Environmental Research Letters, para ilmuwan menguraikan satu cara gila untuk menghindari bencana semacam itu.

Dalam makalah, sebagaimana diterbitkan surat kabar The Mail dan Guardian, para peneliti menyarankan penyuntikan partikel gas sulfurdioksida ke atmosfer di atas Cape Town. Gas akan membentuk awan besar di atas kota yang bisa menangkis terpaan sinar matahari, sehingga kondisi di bawahnya lebih sejuk.

Menurut peneliti, cara ini bisa mengurangi kemungkinan Day Zero hingga 90 persen, yang diprediksi melanda Cape Town pada 2100.

“Temuan kami menunjukkan, menjaga suhu rata-rata global pada level di 2020 melalui SAI akan mengimbangi risiko kekeringan Day Zero hingga 90 persen yang diproyeksikan terjadi pada akhir abad, menghindari risiko kekeringan serupa dengan tingkat saat ini," kata tim peneliti.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
18 jam lalu

Operasi Modifikasi Cuaca Digeber Atasi Karhutla Kalimantan, Terkendala Pertumbuhan Awan Hujan

13 hari lalu

73,8 Persen Wilayah Indonesia Alami Kemarau, Waspada Karhutla

19 hari lalu

BNPB Catat Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi Bencana di RI saat Musim Kemarau

20 hari lalu

Kekeringan Berkepanjangan di Papua Tengah, Koops TNI Habema Kirim 2 Ton Bantuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal