Akibat Wabah Virus Korona, Keturunan Tionghoa di Prancis dan Kanada Alami Sentimen Rasis

Nathania Riris Michico
Seorang penulis China-Prancis menyebut sikap permusuhan yang dipicu oleh virus corona ini sebagai "serangan terhadap China". (FOTO: EPA)

Prancis mengirim pesawat ke Wuhan pada Kamis (30/1/2020) untuk mengevakuasi sekitar 250 orang, termasuk warga Uni Eropa non-Prancis.

Kasus keempat di Prancis disebut-sebut menimpa seorang turis China usia lanjut yang sedang berlibur di Paris.

Sentimen ini diarahkan tidak hanya kepada orang China.

Shana Cheng, warga Paris keturunan campuran Vietnam-Kamboja, mengatakan kepada BBC dia juga dipermalukan oleh penumpang bus.

"Ada perempuan China! Dia bakal menulari kita. Dia harus pergi," Shana mendengar seorang penumpang berkata begitu.

Menurut Shana, orang-orang memandangnya dengan muka jijik, seakan-akan dia virus.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
15 jam lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

1 hari lalu

Presiden Taiwan Dievakuasi Pakai Kendaraan Lapis Baja, Siap-Siap Hadapi Serangan China

1 hari lalu

Purbaya Bocorkan Rencana China Perpanjang Jalur Whoosh hingga Jatim

2 hari lalu

China Balas Dendam! Hukum 6 Perusahaan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal