Akibat Wabah Virus Korona, Keturunan Tionghoa di Prancis dan Kanada Alami Sentimen Rasis

Nathania Riris Michico
Seorang penulis China-Prancis menyebut sikap permusuhan yang dipicu oleh virus corona ini sebagai "serangan terhadap China". (FOTO: EPA)

Shana bilang tak ada penumpang bus yang membelanya. Maka dia memutuskan mengabaikan saja komentar itu sambil mendengar musik.

Shana mengaku dia malah sengaja pura-pura batuk dan mendengus untuk sengaja mempermainkan orang-orang di bus.

Cathy Tran mengatakan dia tak kaget akan reaksi orang-orang, dan virus korona jadi alasan orang bersikap rasis.

Bedaya, menurut Cathy, dia belum pernah mengalami derajat rasisme seperti sekarang ini.

"Jarang kami mendengar orang-orang Asia di Prancis bicara soal rasisme, karena kami biasa mengalami ini sambil berdiam diri. Namun kini kami merasa bersama, dan ini sudah kelewatan," katanya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Penembakan di Sekolah Kanada Tewaskan 8 Orang, Pelaku Remaja 18 Tahun Transgender

Internasional
4 hari lalu

Penembakan Brutal di SMP Tewaskan 9 Orang, PM Kanada Carney Batalkan Kunjungan ke Eropa

Internasional
4 hari lalu

Penembakan Brutal di SMP Kanada, 9 Orang Tewas

Internasional
5 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal