Aliran Sesat Puasa sampai Mati Bisa Masuk Surga, Korban Tewas Nyaris 100 Orang

Anton Suhartono
Korban tewas praktik aliran sesat di Kenya menjadi 98 orang hingga Rabu (26/4) (Foto: Reuters)

Tragedi mengerikan yang disebut Pembantaian Hutan Shakahola ini mendorong seruan untuk menindak dengan keras kelompok-kelompok keagamaan di negara mayoritas memeluk Kristen itu.

Pemimpin sekte Paul Mackenzie Nthenge telah ditangkap dan didakwa membunuh para pengikutnya dengan iming-imingi surga jika mereka mati dalam kondisi lapar.

Pejabat Palang Merah Kenya Hassan Musa mengatakan, pihaknya menerima laporan 311 orang hilang, termasuk 150 anak di bawah umur. Mereka yang datang tak hanya dari Kenya, tapi juga Tanzania dan Nigeria.

"Kita tak hanya bicara tentang orang-orang kebanyakan dari Kenya, tapi juga Tanzania dan Nigeria. Beberapa sudah dilaporkan hilang sejak beberapa tahun," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Kenya Kithure Kindiki menegaskan, tak tahu pasti berapa jumlah orang yang meninggal. Sebagian besar yang sudah ditemukan tewas merupakan anak-anak. Mereka diantar oleh orang tua untuk dititipkan kepada Nthenge, ada yang sudah bertahun-tahun menetap dan tak boleh pulang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Megapolitan
3 hari lalu

Festival Kasih Nusantara 2025 Digelar Kemenag, Natal Bersama Jadi Simbol Harmoni

Nasional
10 hari lalu

Jelang Natal, Polri Gencar Perbaiki Gereja hingga Posko Ibadah di Sumut

Megapolitan
19 hari lalu

Pramono Resmikan Gereja HKBP Pondok Kelapa, Urus Izin 35 Tahun

Internasional
30 hari lalu

Menteri Pertahanan Nigeria Mundur di Tengah Gelombang Penculikan Ratusan Siswa Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal