Amerika Serikat Tegaskan Belum Mengakui Pemerintahan Afghanistan di Bawah Taliban

Anton Suhartono
Jen Psaki menegaskan Pemerintah Amerika Serikat belum mengakui pemerintahan Afghanistan yang baru (Foto: Reuters)

Posisi wakil perdana menteri diisi Abdul Ghani Baradar, kepala kantor politik Taliban yang juga menjadi negosiator Taliban.

Jabatan baru Baradar ini mengejutkan beberapa pihak karena dia yang selama ini lebih kentara perannya dalam menampilkan sosok Taliban di kancah global. Baradar bertanggung jawab dalam menegosiasikan penarikan pasukan AS saat pembicaraan di Qatar.

Sirajuddin Haqqani ditunjuk sebagai menteri dalam negeri. Dia merupakan anak dari pendiri Jaringan Haqqani yang masuk dalam daftar kelompok teroris AS. Sirajuddin juga salah satu orang paling dicari FBI atas tuduhan keterlibatan dalam beberapa serangan terhadap kepentingan AS. Bahkan Departemen Luar Negeri (Deplu) mengadakan sayembara senilai 10 juta dolar atau sekitar Rp142 miliar bagia siapa pun yang bisa memberikan informasi untuk menangkapnya.

Kemudian Mohammad Yaqoob, putra Mullah Omar, diangkat sebagai menteri pertahanan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Nah, Trump Bantah Akan Serang Iran

12 jam lalu

Trump: AS Kendalikan Selat Hormuz, Iran Tak Dapat Apa-Apa!

13 jam lalu

AS Mulai Tarik Diplomat dari Timur Tengah, Khawatir Serangan Iran

13 jam lalu

Trump Ultimatum Iran: Teken Kesepakatan atau Hancur Lebur!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal