Amerika Serikat Tegaskan Belum Mengakui Pemerintahan Afghanistan di Bawah Taliban

Anton Suhartono
Jen Psaki menegaskan Pemerintah Amerika Serikat belum mengakui pemerintahan Afghanistan yang baru (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat menegaskan posisinya belum mengakui pemerintahan Afghanistan yang baru. Taliban mengumumkan susunan pemerintahan Afghanistan sementara di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Hasan Akhund.

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, pemerintah belum memberikan peniaian apa pun mengenai pemerintahan yang baru.

"Ini merupakan kabinet sementara. Tidak seorang pun di pemerintahan ini, baik presiden maupun tim keamanan nasional, akan menyarankan untuk menghormati dan menghargai (pemerintahan) Taliban dan sebagai anggota komunitas global. Mereka belum akan mendapatkan itu dengan cara apa pun dan kami tidak pernah memberikan penilaian itu," kata Psaki, dikutip dari Reuters, Kamis (9/9/2021).

Taliban mengumumkan susunan pemerintahan sementara Afghanistan pada Selasa (7/9/2021), di antara mereka ada yang dijatuhi sanksi oleh PBB dan menjadi buruan FBI terkait terorisme.

Hasan Akhund ditunjuk sebagai perdana menteri. Dia diketahui memiliki hubungan dekat dengan pendiri Taliban Mohammed Omar (Mullah Omar), pemimpin Afghanistan saat Taliban berkuasa pada 1996-2001.

Posisi wakil perdana menteri diisi Abdul Ghani Baradar, kepala kantor politik Taliban yang juga menjadi negosiator Taliban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Siap Perang Panjang, Iran Tutup Pintu Negosiasi dengan AS

Nasional
11 jam lalu

Aktivis Pro Palestina: Perang Kemungkinan Berakhir, Ancaman Iran Bikin AS Ketar-ketir!

Internasional
17 jam lalu

Menlu Araghchi: Iran Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel

Internasional
17 jam lalu

AS Klaim Hancurkan 80% Peluncur Rudal Iran tapi Serangan ke Israel Justru Makin Ganas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal