Meski demikia, pada praktiknya belum tentu semua anggota ICC atau yang ikut meneken Statuta Roma, mau menaatinya.
Contoh kasus, saat Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke Mongolia yang juga anggota ICC, pemerintah setempat tidak menahan apalagi menyerahkannya ke ICC. Putin masuk daftar buronan ICC terkait tuduhan kejahatan perang di.Ukraina terhadap.anak-anak.
Belanda, sebagai markas ICC, menegaskan akan menangkap buronan pengadilan tersebut.
Menurut Statuta Roma yang menjadi dasar pembentukan ICC, tidak ada persidangan tanpa kehadiran tersangka. Oleh karena itu ICC bisa melakukan upaya apa pun untuk menangkap mereka.
Ada 15 orang yang masih buron yang telah dicari oleh ICC, beberapa di antaranya telah lebih dari satu dekade, namun mereka belum muncul di pengadilan Den Haag selama ini.