Amnesty: Iran Bunuh Lebih dari 20 Anak saat Protes Anti-Pemerintah November 2019

Nathania Riris Michico
Ilustrasi seorang demonstran ketika protes pecah di Karbala, 22 Desember 2019. (FOTO: Mohammed SAWAF / AFP)

PARIS, iNews.id - Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menuduh pasukan keamanan Iran membunuh 23 anak-anak, sebagian besar dengan amunisi. Itu terjadi saat pembantaian terhadap protes anti-pemerintah pada November lalu.

Protes pecah di Iran dari 15 November setelah pengumuman kenaikan harga bensin yang mengejutkan. Pihak berwenang menanggapi dengan tindakan keras, yang menurut Amnesty menewaskan 304 orang.

Dalam laporan terbarunya, Amnesty menyatakan memiliki bukti bahwa setidaknya 23 anak-anak terbunuh.

"22 di antaranya dibunuh oleh pasukan keamanan secara tidak sah, menembakkan amunisi langsung kepada para pengunjuk rasa dan pengamat yang tidak bersenjata," demikian isi laporan tersebut, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/3/2020).

Anak-anak yang terbunuh termasuk 22 anak laki-laki, berusia antara 12 dan 17 tahun, dan seorang gadis dilaporkan berusia antara delapan hingga 12 tahun.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Iran: Arab Saudi dan Houthi Cueki Tawaran Mediasi Konflik

2 hari lalu

3 Kapal Tanker Meledak dan Terbakar Kena Ranjau Iran di Selat Hormuz

2 hari lalu

Iran Tawarkan Diri Jadi Juru Damai, Yaman Sentil Teheran: Anda Pemicu Perang!

2 hari lalu

Ancam Putus 7 Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz, Iran: Target Baru!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal