Amnesty Tuding Polisi Hong Kong Gunakan Kekerasan dan Siksa Demonstran

Nathania Riris Michico
Polisi sedang berusaha membubarkan para demonstran dengan peluru karet. (Foto: Sam Tsang/South China Morning Post)

Kepolisian Hong Kong membantah temuan Amnesty itu dan menolak tuduhan bahwa mereka menggunakan kekuatan berlebihan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat, polisi menyebut, "Perwira kami melakukan pengekangan tingkat tinggi setiap saat dalam menggunakan kekuatan."

Menanggapi tuduhan spesifik yang terkandung dalam laporan itu, polisi menegaskan tidak mengomentari kasus individu; namun mereka mengatakan bahwa pihak yang mengklaim menerima pelecehan harus membuat pengaduan dengan pengawas polisi.

Demonstrasi yang diikuti ratusan ribu pemrotes berkecamuk di Hong Kong selama lebih dari tiga bulan.

Para pemrotes anti-pemerintah melemparkan batu, botol, dan bom bensin serta menggunakan ketapel untuk melawan polisi, yang merespons dengan gas air mata, peluru karet, dan meriam air.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
1 bulan lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Internasional
2 bulan lalu

Kebakaran Apartemen Hong Kong Renggut 159 Nyawa, Departemen Pemadam Kebakaran Dibohongi

Internasional
2 bulan lalu

Polisi Hong Kong Tangkap 21 Orang terkait Kebakaran Apartemen, Korban Tewas 159

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal