Anak dan Ayah Taipan Pachinko di Jepang Saling Gugat atas Tuduhan Rasis

Anton Suhartono
Marina Haba (kanan) dan suaminya Joe Wallace (Foto: The Straits Times)

Han lahir di Korea Selatan, saat negara itu berada di bawah penjajahan Jepang.

Dia pindah ke Jepang pada usia 16 tahun lalu mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas Hosei. Setelah lulus Han mendirikan perusahaan Maruhan yang berbasis di Kyoto pada 1957 dan menjadi warga negara Jepang.

Perusahaan ini merupakan pemain terkemuka di industri pachinko dengan nilai 200 miliar dolar AS. Selain menggeluti bisnis pachinko, Maruhan merambah bisnis bowling, lapangan golf, dan bioskop. Lengan investasinya kini berbasis di Singapura.

Keberhasilan perusahaan telah menjadikan Han sebagai orang terkaya ke-19 di Jepang, menurut daftar 50 Orang Terkaya Jepang versi majalah Forbes 2020. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai 3,8 miliar dolar AS.

Taipan itu memberi enam anaknya masing-masing 1,5 juta lebar saham di perusahaan.

Empat saudara kandung Marina saat ini memegang posisi teratas di Maruhan. Marina tidak memegang jabatan apa pun di perusahaan, namun kehidupannya cukup bergelimang harta dari hasil pembagian deviden.

Pendapatan Marina dari deviden perusahaan diputus secara tiba-tiba terkait pernikahannya dengan Joe.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

PM Jepang Takaichi: Saya Bekerja 3-4 Jam Lebih Lama daripada PM Laki-Laki

2 hari lalu

Pemerintah Bantah Minta Jepang Setop Bantu Tangani Karhutla: Operasional hanya 2 Minggu

2 hari lalu

Gara-Gara Gunting Hilang, Puluhan Penerbangan di Bandara Jepang Ditunda dan Dibatalkan

4 hari lalu

Menkeu Suahasil Ubah Bea Masuk Impor Jepang, Suku Cadang hingga Mesin Bisa 0%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal