Anwar Ibrahim Tentang Rencana PM Malaysia Muhyiddin Terapkan Keadaan Darurat Covid-19

Anton Suhartono
Anwar Ibrahim menentang rencana PM Muhyiddin Yassin menerapkan keadaan darurat terkait lonjakan kasus Covid-19 (Foto: AFP)

Pekan lalu Anwar juga bertemu Raja Abdullah untuk meyakinkan dirinya mendapat dukungan dari mayoritas parlemen untuk menjadi perdana menteri, menggantikan Muhyiddin.

Malaysia diterjang gelombang baru kasus virus corona di mana terjadi lonjakan dua kali lipat menjadi lebih dari 24.000 penderita dalam 3 pekan.

Media Malaysia melaporkan, Muhyiddin sedang mengupayakan keadaan darurat ekonomi untuk menangguhkan parlemen, tanpa memberlakukan jam malam. Terakhir kali undang-undang darurat diberlakukan pada 1969 saat kerusuhan rasial.

Pejabat kantor perdana menteri enggan memberikan komentar terkait isu keadaan darurat ini.

Muhyiddin akan menghadapi parlemen bulan depan untuk mengajukan anggaran belanja negara tahun 2021. Jika tak disetujui, dia menghadapi kenyataan untuk mengundurkan diri atau menggelar pemilu.

Status keadaan darurat memungkinkan Muhyiddin untuk menunda pemilu dan mengonsolidasikan dukungan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

PM Malaysia: Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Dahsyat, Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Internasional
3 hari lalu

Perang Timur Tengah, Malaysia Pertahankan Harga BBM Subsidi Rp8.500 Selama 2 Bulan

Health
6 hari lalu

Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Nasional
11 hari lalu

Bareskrim-Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 1 Kapal Disita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal