Aparat Myanmar Terlibat Baku Tembak di Perbatasan China

Ahmad Islamy Jamil
Militer Myanmar menghadapi lebih banyak kekacauan sejak kudeta di negara itu, Februari lalu. (Foto: Reuters)

Junta militer kini harus menghadapi lebih banyak konflik sejak merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi. Berbagai kelompok etnik bersenjata yang telah berperang selama beberapa dekade terakhir untuk menuntut otonomi yang lebih besar kepada pemerintah pusat Myanmar, kini telah bergabung dengan gerakan baru penentang kudeta.

Sementara itu, aksi protes melawan kekuasaan militer berlangsung setiap hari di Maynamar. Aksi mogok pun telah melumpuhkan rumah sakit, sekolah, dan banyak bisnis swasta di negara itu.

Lebih dari 125.000 guru (hampir sepertiga dari total tenaga pengajar di Myanmar) telah diberhentikan sementara karena turut bergabung dengan gerakan menentang kudeta. 

Sementara, sedikitnya 815 orang telah dibunuh aparat keamanan Myanmar sejak kudeta, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Prabowo dan Menteri Keamanan China Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Lewat BIN

Nasional
2 hari lalu

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Bahas Geopolitik Dunia

Internasional
4 hari lalu

Kisah Haru 7 Anjing di China Kabur dari Pencuri, Pulang Bersama ke Pemiliknya

Internasional
4 hari lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal