Pada tahun 2025, strategi tersebut sempat membuat Apple tertinggal dibanding perusahaan teknologi lain karena investor khawatir perusahaan terlambat memanfaatkan tren AI. Kekhawatiran juga muncul akibat penundaan peluncuran Siri generasi terbaru yang baru akan hadir pada musim gugur tahun ini bersamaan dengan peluncuran iPhone terbaru.
Persaingan antara Apple dan Nvidia menjadi simbol perebutan gelar perusahaan paling bernilai di dunia.
Nvidia, yang memasok chip grafis (GPU) untuk sebagian besar model AI generatif, menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar 5 triliun dolar AS pada Oktober lalu. Namun, sepanjang tahun ini saham Nvidia hanya naik sekitar 6 persen, jauh di bawah kenaikan saham Apple.
Di sisi lain, saham Apple terus menguat meski perusahaan telah menaikkan harga sejumlah produknya akibat lonjakan biaya memori dan penyimpanan global.
Pada Selasa, Apple juga mengumumkan program baru bernama Upgrade yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat (AS) menyewa iPhone dan produk Apple lainnya, alih-alih membeli secara langsung.
Sebelumnya, pada bulan lalu Apple telah mengerek harga MacBook dan iPad. Langkah ini menjadi kebijakan resmi pertama perusahaan untuk meneruskan kenaikan biaya memori dan penyimpanan kepada konsumen, setelah CEO Tim Cook menyatakan kenaikan biaya tersebut tidak lagi dapat dihindari.
Laporan keuangan yang akan disampaikan pada Kamis nanti juga menjadi kesempatan yang terakhir bagi Tim Cook sebagai CEO Apple. Posisi itu selanjutnya akan diisi oleh John Ternus, yang dijadwalkan resmi menjabat mulai 1 September 2026.