NEW YORK, iNews.id - Iran merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan melenyapkan peradaban negara itu pada Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington DC jika tak juga membuka blokade Selat Hormuz.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan, negaranya akan langsung membalas jika AS benar-benar menghancurkan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik.
"Sehubungan dengan ancaman eksplisit Presiden AS tentang kejahatan perang besar-besaran dan penargetan serta penghancuran infrastruktur sipil penting Iran, Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan tak terbantahkan atas kejahatan perang yang nyata dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Iravani, di forum Dewan Kemanan PBB, dikutip dari Sputnik, Rabu (8/4/2026).
Iran, lanjut dia, tidak akan tinggal diam menghadapi kejahatan perang yang mengerikan tersebut.
"Iran, tanpa ragu, akan menggunakan haknya untuk membela diri dan akan langsung membalas dengab proporsional," kata Iravani.
Dia melanjutkan ancaman Trump untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran merupakan hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan berpotensi pada praktik genosida.