AS Beri Ukraina Bantuan Intelijen untuk Bunuh Jenderal-Jenderal Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Pasukan pro-Rusia terlihat di atas kendaraan lapis baja di Kota Mariupol yang terkepung, beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, operasi militer itu untuk melindungi rakyat Donbas. “Mereka (rakyat Donbas) telah mengalami pelecehan, genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahu,” kata Putin, Februari lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Negosiasi Damai Buntu, Israel Bersiap Gempur Iran Lagi

Internasional
16 jam lalu

Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir

Internasional
17 jam lalu

Ini Penyebab Perundingan AS-Iran Gagal Sepakati Perdamaian

Internasional
2 hari lalu

Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hizbullah Jelang Perundingan dengan Pemerintah Lebanon

Nasional
2 hari lalu

Prabowo ke Rusia Besok, Bahas Energi dengan Vladimir Putin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal