AS Disebut Tawarkan Bantuan Intelijen ke Israel untuk Temukan Pemimpin Hamas di Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Pemandangan di Kota Rafah, Jalur Gaza, yang menampung lebih dari 1 juta warga Palestina di tengah konflik antara Hamas dan Israel. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Pemerintah Amerika Serikat disebut menawarkan intelijen rahasia kepada Israel terkait dengan konflik di Jalur Gaza. Dikatakan bahwa informasi tersebut akan membantu Israel menemukan para pemimpin Hamas dan infrastruktur bawah tanah mereka di wilayah kantong Palestina itu. 

The Washington Post, dengan mengutip sejumlah sumber, melaporkan pada akhir pekan ini bahwa AS menawarkan bantuan intelijen  itu sebagai imbalan jika Israel membatalkan rencananya untuk melancarkan operasi militer skala penuh di Rafah. Seperti diketahui, kota yang berada di Jalur Gaza Selatan itu menampung lebih dari 1 juta warga sipil Palestina.

Dikatakan pula bahwa para pejabat AS juga menawarkan bantuan untuk menyediakan ribuan tempat perlindungan bagi warga Palestina yang dievakuasi dari Rafah.

Masih menurut The Washington Post, AS juga bekerja sama dengan Mesir untuk menemukan dan menutup berbagai terowongan yang melintasi perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza di wilayah Rafah. Terowongan itu dikatakan digunakan Hamas untuk mengisi kembali pasokan militer mereka.

Pada malam Senin (6/5/2024) hingga Selasa (7/5/2024), tentara Israel memulai operasi militer di bagian timur Rafah. Pasukan zionis juga menguasai pos perbatasan Rafah dengan Mesir yang berada di sisi Jalur Gaza. 

Pihak berwenang Israel mengklaim, operasi darat tersebut bertujuan untuk melenyapkan sisa batalion Hamas di Jalur Gaza. Pada Jumat (10/5/2024) lalu, media Israel melaporkan bahwa kabinet perang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyetujui perluasan operasi darat di Rafah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 jam lalu

Trump Pertimbangkan Serang Fasilitas Nuklir Iran, Gunakan "Ibu dari Segala Bom"?

3 jam lalu

Panen Zaitun Berujung Kekerasan, Pemukim Israel Serang Petani Palestina di Tepi Barat

3 jam lalu

Akar Konflik Netanyahu dan Eks Bos Intelijen Israel hingga Berujung Gugatan

3 jam lalu

Trump Tegaskan Tak Perlu Senjata Nuklir Hantam Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal