Dalam tuntutannya, Teheran meminta kompensasi perang sebesar 300 miliar dolar AS atau sekitar RpRp5.317 triliun.
Selain kompensasi, Iran meminta AS mencabut seluruh sanksi yang diberlakukan terhadap negaranya. Teheran juga menuntut pencairan seluruh aset Iran yang dibekukan, yang diperkirakan mencapai 100-123 miliar dolar AS.
Iran juga meminta AS mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut serta menarik seluruh pasukannya dari kawasan.
Syarat terakhir adalah gencatan senjata komprehensif yang tidak hanya mencakup Iran, tetapi juga Lebanon dan Gaza.
Di sisi lain, kepentingan AS terhadap Selat Hormuz sangat besar. Sebelum perang, sekitar 20 persen minyak dunia melewati jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.