AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Perusahaan Uni Emirat dan China Ikut Keseret

Anton Suhartono
Mike Pompeo (Foto: AFP)

Pompeo memperingatkan, cakupan sanksi diberikan kepada perusahaan mana pun di dunia terkait perdagangan bahan logam kepada Iran. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS memantaunya.

Perusahaan-perusahaan tersebut dengan sengaja mentransfer 15 bahan yang menurut deplu digunakan sehubungan dengan program senjata nuklir, militer, atau rudal balistik Iran, termasuk aluminium dan baja tertentu.

Selama 4 tahun menjabat, Trump memaksa Iran kembali ke pembicaraan program rudal nuklir dan balistik serta aktivitasnya di Timur Tengah. 

Trump pada Mei 2018 membawa AS keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan Iran. Sejak itu AS memberlakukan serangkaian sanksi.

Namun presiden AS terpilih Joe Biden, yang akan menggantikan Trump pada Rabu (20/1/2021), mengatakan akan kembali ke pakta nuklir 2015 jika Iran mematuhinya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp17.877 per Dolar AS

4 jam lalu

Wakil Menteri Perang AS Temui Prabowo di Istana: Kehormatan Luar Biasa

5 jam lalu

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS di Istana, Bahas Apa?

6 jam lalu

Trump Blak-blakan Ingin Maju Pilpres AS 2028, tapi...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal