AS Jatuhkan Sanksi Belasan Perusahaan dan Lembaga Penelitian China, termasuk Produsen Drone DJI

Anton Suhartono
Pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap belasan perusahaan dan lembaga penelitian China (Foto: Reuters)

Kedutaan Besar (Kedubes) China di Washington DC merespons sanksi terbaru ini sebagai penindasan yang tidak beralasan dan melanggar aturan perdagangan bebas. Disebutkan, pemerintahan mereka akan mengambil tindakan penting untuk menegakkan kepentingan perusahaan dan lembaga penelitian China.

"Pengembangan bioteknologi China selalu untuk kesejahteraan umat manusia. Tuduhan dari pihak AS sama sekali tidak berdasar," kata juru bicara kedubes, Liu Pengyu, dikutip dari Reuters, Jumat (17/12/2021).

Para pakar PBB dan kelompok HAM memperkirakan lebih dari 1 juta orang, terutama Uighur dan anggota minoritas Muslim lainnya, ditahan di kamp-kamp dalam beberapa tahun terakhir di Xinjiang. Namun China menepis tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang dan menentang campur tangan AS dalam urusan dalam negerinya seraya bersumpah melindungi kepentingan perusahaannya dari sanksi AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Serangan AS ke Iran Tewaskan 53 Orang, Ratusan Luka

4 jam lalu

Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir

5 jam lalu

Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!

7 jam lalu

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal