Kekhawatiran Washington tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran. Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Iran sedang mempersiapkan pembalasan yang lebih keras jika Washington kembali melancarkan serangan militer skala besar ke wilayahnya.
Di tengah situasi tersebut, Deplu AS pada Sabtu (24/10/2026) memperbarui peringatan perjalanan bagi warga Amerika yang hendak bepergian ke belasan negara di Teluk dan Timur Tengah. Negara-negara yang masuk dalam peringatan itu antara lain Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, dan Israel.
Washington menyebut meningkatnya ancaman dari Houthi dan dugaan rencana serangan Iran terhadap pejabat AS turut memengaruhi keputusan mengenai penyesuaian jumlah staf di sejumlah kantor diplomatik.
“Ancaman serangan Houthi dan rencana teror Iran yang menargetkan pejabat AS memengaruhi keputusan kami tentang penyesuaian staf untuk kedutaan yang berstatus Operasi Terbatas (Restricted Operations/RO) di wilayah tersebut,” kata seorang sumber pejabat AS.
Penyesuaian staf dan penarikan keluarga diplomat tersebut menjadi bagian dari langkah pengamanan Washington di tengah ketidakpastian situasi keamanan Timur Tengah. Namun, peringatan intelijen itu belum berarti serangan yang disebutkan telah terjadi.