AS Pasang Rudal Balistik Typhon di Filipina, China Meradang

Anton Suhartono
China desak Filipina untuk memindahkan rudal balistik jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat (Foto: Lockheed Martin)

Ketegangan hubungan Filipina dan China meningkat setelah serangkaian insiden maritim di perairan Laut China Selatan yang disengketakan sejak tahun lalu. Filipina juga mengesahkan dua undang-undang (UU) baru terkait aktivitas di perairan sengketa itu.

Presiden Marcos Jr telah meneken UU bernama Zona Maritim Filipina dan Undang-Undang Alur Laut Kepulauan. UU tersebut bertujuan untuk memperkuat hak dan tanggung jawab Filipina di zona maritimnya yang disebut sebagai Laut Filipina Barat.

China merespons pengesahan UU itu dengan memanggil Duta Besar Filipina di Beijing. UU itu dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan wilayahnya.

Selain itu Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menggelar latihan militer di sekitar Scarborough Shoal, Filipina menyebutnya dengan Panatag Shoal, sementara China menyebutnya Pulau Huangyan. Kedua negara saling mengklaim kedaulatan atas Scarborough Shoal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

2 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

1 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

2 hari lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal