AS Pasang Rudal Balistik Typhon di Filipina, China Meradang

Anton Suhartono
China desak Filipina untuk memindahkan rudal balistik jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat (Foto: Lockheed Martin)

Presiden Marcos Jr telah meneken UU bernama Zona Maritim Filipina dan Undang-Undang Alur Laut Kepulauan. UU tersebut bertujuan untuk memperkuat hak dan tanggung jawab Filipina di zona maritimnya yang disebut sebagai Laut Filipina Barat.

China merespons pengesahan UU itu dengan memanggil Duta Besar Filipina di Beijing. UU itu dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan wilayahnya.

Selain itu Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menggelar latihan militer di sekitar Scarborough Shoal, Filipina menyebutnya dengan Panatag Shoal, sementara China menyebutnya Pulau Huangyan. Kedua negara saling mengklaim kedaulatan atas Scarborough Shoal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Bill Gates Minta Maaf Berhubungan dengan Predator Seks Jeffrey Epstein: Saya Bodoh!

Nasional
6 jam lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
7 jam lalu

Tegas, Rusia Tak Akan Biarkan Iran Sendirian Hadapi Konflik dengan AS

Internasional
9 jam lalu

Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Demonstrasi Rusuh, Segini Jumlahnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal