TEHERAN, iNews.id - Iran memastikan tidak setetes pun minyak akan keluar melalui Teluk Persia jika negara-negara Teluk membantu Amerika Serikat (AS) dalam operasi ekonomi terhadap negaranya. Ancaman itu ditujukan kepada kilang-kilang minyak serta kapal-kapal tanker negara-negara Teluk yang akan mengirim minyak ke negara lain.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan, militernya akan menyerang negara-negara sekitar yang bergabung dengan AS dalam perang ekonomi tersebut. Ancaman itu juga ditujukan kepada perusahaan minyak AS dan perusahaan lain di kawasan Timur Tengah.
Rezaei menegaskan, perang ekonomi yang dicanangkan Presiden AS Donald Trump berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan minyak di Teluk Persia, termasuk mengancam kapal-kapal tanker negara-negara Teluk.
"Kami akan menghadapi negara-negara yang bergabung dalam perang ekonomi melawan Iran," demikian sikap yang disampaikan Rezaei, dalam pernyataan kepada stasiun televisi pemerintah IRIB, dikutip Minggu (23/8/2026).
Ancaman Iran muncul setelah Trump pada 19 Agustus lalu mengumumkan operasi ekonomi besar-besaran untuk mengisolasi Iran dari sistem keuangan dan perdagangan global. Trump menyebut operasi tersebut memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengajak negara-negara lain untuk ikut serta.