Namun, di tengah tekanan tersebut, AS disebut menawarkan penghentian operasi ekonomi jika Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.
Selat Hormuz memiliki arti strategis bagi AS dan perekonomian dunia. Dalam kondisi normal sebelum perang, sekitar 20 persen minyak global melewati jalur perairan yang berada di antara Iran dan Oman tersebut.
Karena itu, pembukaan Selat Hormuz menjadi kepentingan besar bagi AS dan negara-negara yang bergantung pada kelancaran pasokan energi melalui jalur tersebut.
Tawaran AS itu merupakan bagian terpisah dari proposal perdamaian sebelumnya dan bertujuan menghidupkan kembali Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang diteken para pemimpin AS dan Iran pada Juni lalu.
Namun, Iran dilaporkan tidak bersedia mengubah persyaratan pembukaan Selat Hormuz. Teheran menilai pencabutan sanksi saja tidak cukup sebagai imbalan untuk membuka jalur strategis tersebut.