AS Tuding Perusahaan Israel Curangi Harga Obat-obatan hingga Rp5 Triliun

Ahmad Islamy Jamil
Raksasa farmasi asal Israel, Teva. (Foto: AFP)

Sandoz, anak perusahaan dari raksasa farmasi asal Swiss, Novartis, setuju untuk membayar 195 juta dolar AS pada Maret lalu. Sementara, anak perusahaan Amerika dari grup Israel, Taro Pharmaceuticals, setuju membayar denda 205,7 juta dolar AS pada Juli lalu.

Perusahaan lain yang terlibat termasuk Apotex, yang setuju membayar denda 24,1 juta dolar AS pada Mei; dan Glenmark, yang didakwa oleh juri di pengadilan AS pada Juli lalu.

Teva, menjual obat-obatan senilai 17 miliar dolar AS (Rp249,56 triliun) tahun lalu, juga dituduh awal bulan ini oleh otoritas AS karena secara artifisial menaikkan harga reimbursement obat sklerosis ganda Copaxone untuk pasien peserta program Medicare yang dikelola Pemerintah AS.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, Kanada Protes

3 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

4 hari lalu

Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel

4 hari lalu

Nah, AS Bersedia Batalkan Operasi Ekonomi terhadap Iran asal Selat Hormuz Dibuka Total

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal