AS Tuduh Rusia dan Iran Ingin Kacaukan Pilpres AS dengan Mengintimidasi Pemilih

Anton Suhartono
John Ratcliffe (Foto: AFP)

Dia menyebut upaya itu sebagai bentuk keputusasaan yang musuh untuk menghancurkan AS.

Ratcliffe menyampaikan hal ini setelah para pemilih dari Partai Demokrat menerima email pribadi atas nama kelompok milisi bersenjata Proud Boys.

"Anda akan memilih Trump saat pilpres atau kami akan mendatangi Anda," demikian isi pesan palsu tersebut.

Namun Ratcliffe tidak menjelaskan bagaimana Rusia dan Iran bisa memperoleh data pemilih tetap, termasuk bagaimana mereka menggunakannya.

Sementara itu Direktur FBI Christopher Wray meyakinkan bahwa pilpres AS akan berjalan aman dan tidak akan mudah digoyahkan pihak mana pun. Sebelumnya China juga dituduh mencampuri pilpres AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz, kecuali...

6 jam lalu

Nah, Jenderal Kepala Staf Gabungan AS Sebut Militernya Tak Akan Menang Perang Lawan Iran

7 jam lalu

Iran: AS-Israel Kehabisan Kata-Kata untuk Jelaskan Kegagalan Perang

9 jam lalu

Militer Iran: AS dan Israel Gagal Total dalam Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal