AS Tuduh Rusia dan Iran Ingin Kacaukan Pilpres AS dengan Mengintimidasi Pemilih

Anton Suhartono
John Ratcliffe (Foto: AFP)

Dia menyebut upaya itu sebagai bentuk keputusasaan yang musuh untuk menghancurkan AS.

Ratcliffe menyampaikan hal ini setelah para pemilih dari Partai Demokrat menerima email pribadi atas nama kelompok milisi bersenjata Proud Boys.

"Anda akan memilih Trump saat pilpres atau kami akan mendatangi Anda," demikian isi pesan palsu tersebut.

Namun Ratcliffe tidak menjelaskan bagaimana Rusia dan Iran bisa memperoleh data pemilih tetap, termasuk bagaimana mereka menggunakannya.

Sementara itu Direktur FBI Christopher Wray meyakinkan bahwa pilpres AS akan berjalan aman dan tidak akan mudah digoyahkan pihak mana pun. Sebelumnya China juga dituduh mencampuri pilpres AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
22 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.168 per Dolar AS

24 jam lalu

Trump Akui Kekalahan Partai Republik di Pemilu AS: Selamat untuk Demokrat!

1 hari lalu

Breaking News: Partai Demokrat AS Menang Kuasai DPR dan Senat, Geser Republik

1 hari lalu

Partai Demokrat Diproyeksikan Kuasai DPR AS, Kalahkan Republik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal