AS Ungkap Penyebab Perundingan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Alot, Apa Itu?

Anton Suhartono
Marco Rubio mengungkap isu utama yang membuat kesepakatan gencatan senjata Rusia dan Ukraina belum tercapai yakni status teritorial (Foto: Istimewa)

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengungkap isu utama yang membuat kesepakatan gencatan senjata Rusia dan Ukraina alot, yakni teritorial. Rusia menghendaki empat wilayah Ukraina menjadi bagiannya.

Menurut Rubio, isu teritorial menjadi inti dari penyelesaian konflik Ukraina. Meski demikian isu ini sangat sulit dipecahkan karena Ukraina tak akan melepas wilayahnya untuk Rusia.

"Saya kira elemen kunci dari setiap akhir perang adalah teritorial," kata Rubio, kepada Fox Business.

Sebelumnya beberapa sumber pejabat Rusia mengatakan kepada Reuters bahwa Putin bersikeras melanjutkan operasi militer di Ukraina meski mendapat tekanan keras dari Presiden AS Donald Trump. Putin disebut ingin merebut empat wilayah utama di Ukraina sebelum bersedia membahas gencatan senjata.

Para pejabat Rusia mengatakan, Putin hanya akan mempertimbangkan perundingan damai setelah Rusia sepenuhnya menguasai Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, empat wilayah Ukraina yang sejak awal diklaim Moskow sebagai bagian dari Federasi Rusia.

“Putin tidak akan menyia-nyiakan kesempatan memperbaiki hubungan dengan Barat, tapi dia juga tidak akan mundur dari target utamanya,” kata salah satu pejabat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Trump: Iran di Ambang Runtuh, Minta Selat Hormuz Segera Dibuka

Internasional
11 jam lalu

Putin Kutuk Percobaan Pembunuhan terhadap Trump

Internasional
12 jam lalu

Trump Beri Sinyal Tolak Proposal Negosiasi Iran, Isinya Singgung Selat Hormuz dan Nuklir

Internasional
14 jam lalu

Kapal Pesiar Supermewah Milik Miliarder Rusia Lintasi Selat Hormuz Tanpa Gangguan, Meledek AS?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal