ASEAN Dukung Indonesia Lanjutkan Dialog demi Akhiri Krisis Myanmar

Antara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para pemimpin negara-negara Asia Tenggara saat menghadiri KTT ASEAN di Labuan Bajo, NTT, Rabu (10/5/2023). (Foto: Setpres)

Presiden Jokowi pada Senin (8/5/2023) kembali menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo. Jokowi mengatakan, serangan terhadap AHA Centre dan tim pemantau ASEAN tidak akan menyurutkan tekad Indonesia dan ASEAN untuk terus menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar.

Situasi keamanan Myanmar makin buruk sejak militer pada Februari 2021 menjatuhkan pemerintahan terpilih, yang dipimpin Aung San Suu Kyi, melalui kudeta. ASEAN telah mendesak junta militer untuk menerapkan rencana perdamaian Konsensus Lima Poin yang disepakati pada April 2021. 

Konsensus itu menyerukan antara lain penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, dan mengizinkan pemberian bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Selasa (9/5//2023) mengatakan, implementasi dari Konsensus Lima Poin telah dibahas bersama para menlu ASEAN menjelang KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo.

Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia memilih untuk melakukan diplomasi senyap (quiet diplomacy) dalam menyelesaikan krisis Myanmar. Retno menyebut langkah itu ditempuh untuk memberikan ruang bagi para pihak dalam membangun kepercayaan dan membuka komunikasi.

ASEAN, yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, saat ini beranggotakan 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, serta Vietnam. 

ASEAN saat ini sedang mempersiapkan peta jalan bagi Timor Leste untuk menjadi anggota ke-11 organisasi regional tersebut secara penuh.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

57 tahun lalu

Tiba di Pengadilan Jakarta Timur, Dokter Tifa Siap Bacakan Eksepsi 37 Halaman

57 tahun lalu

Jokowi Siap Penuhi Panggilan Hakim dan Bawa Ijazah Asli ke Persidangan

57 tahun lalu

Peradi Bersatu soal Praperadilan Roy Suryo: Bukti Jokowi Tak Cawe-Cawe, Jangan Bilang Hakimnya Termul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal