ASEAN Tak Libatkan Pemimpin Kudeta Myanmar di KTT, Malaysia: Kami Jaga Integritas

Antara
Logo ASEAN (ilustrasi). (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR, iNews.idASEAN telah memutuskan untuk tidak melibatkan pemimpin kudeta Myanmar dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) pada 26-28 Oktober ini. Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah menegaskan, keputusan itu sebagai langkah untuk menjaga integritas organisasi antarbangsa di kawasan Asia Tenggara tersebut.

“Ini bukanlah sebuah hukuman, melainkan langkah untuk menjaga integritas dan kredibilitas para pemimpin sembilan negara anggota ASEAN yang telah melalui proses panjang untuk mencapai konsensus berisi lima poin pada April lalu,” kata Menlu Saifuddin dalam acara dialog yang digelar oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), dipantau dari Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Reuters sebelumnya melaporkan, para menlu ASEAN memutuskan untuk tidak mengikutsertakan pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dalam KTT akhir Oktober nanti. Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan khusus pada Jumat (15/10/2021) lalu. 

Dalam rapat khusus itu, para menlu ASEAN membahas kegagalan militer Myanmar menjalankan proses perdamaian untuk mengakhiri krisis berdarah yang dipicu kudeta terhadap pemerintahan terpilih Myanmar pada 1 Februari lalu.

Menurut Abdullah, keputusan itu diambil juga sebagai bentuk keadilan bagi utusan khusus ASEAN untuk Myanmar, Erywan Yusof, yang telah melakukan berbagai upaya yang dapat diambil guna menjalankan mandatnya.

“Kami sangat kecewa karena di satu sisi, Myanmar sangat terlambat dalam memfasilitasi kunjungan Erywan ke Myanmar, bahkan mendekati kunjungannya mereka menambahkan persyaratan baru untuk Erywan,” ujarnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp47 Triliun, Najib Razak Ajukan Banding

Internasional
4 hari lalu

Eks PM Malaysia Najib Razak Total Divonis 165 Tahun Penjara Buntut Megakorupsi

Internasional
6 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Internasional
8 hari lalu

Mantan PM Malaysia Najib Razak Dinyatakan Bersalah terkait Penyalahgunaan Dana Rp9,5 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal