Australia Tiba-Tiba Hentikan Produksi Vaksin Covid Buatan Sendiri, Ada Apa?

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi vaksin Covid. (Foto: AFP)

Untuk mengatasi masalah gangguan diagnosis HIV tersebut, vaksin corona buatan UQ dan CSL itu sebenarnya dapat direkayasa ulang. Akan tetapi, untuk melakukannya akan memakan waktu 12 bulan lagi.

“Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, kebutuhan mendesak akan vaksin harus menjadi prioritas setiap orang,” kata profesor UQ yang ikut memimpin proyek vaksin Australia itu, Paul Young.

Sebaliknya, CSL akan memproduksi 20 juta dosis vaksin tambahan yang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc asal Inggris, di atas 30 juta yang sudah diproduksi. Sementara itu, Pemerintah Australia juga telah mendapatkan lebih banyak dosis vaksin Novavax—yang telah memiliki kontrak pasokan dengan otoritas kesehatan negeri kanguru.

Australia juga memiliki perjanjian dengan Pfizer untuk pembelian 10 juta dosis vaksin corona. Regulator negara itu diperkirakan akan menyetujuinya pada Januari 2021.

“Vaksin Universitas Queensland tidak akan dapat dilanjutkan berdasarkan saran ilmiah, dan itu tidak lagi menjadi bagian dari rencana vaksin Australia,” kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, kepada wartawan, hari ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Momen Prajurit TNI AL dan Tentara Australia Mendarat di Situbondo, Rebut Sasaran di Pantai

26 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

29 hari lalu

Atlet HYROX Australia yang Viral BAB saat Lomba Akhirnya Minta Maaf, Mundur sebagai Pemenang

30 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal