TEHERAN, iNews.id - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pihak yang menghasut gelombang demonstrasi mematikan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di Iran.
“Kami menganggap presiden AS sebagai penjahat atas korban jiwa, kerusakan, dan fitnah yang ia timpakan kepada bangsa Iran,” ujar Khamenei, seperti dikutip media pemerintah Iran, dilansir Reuters, Sabtu (17/1/2026).
Gelombang protes itu sebelumnya meletus pada akhir Desember. Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan turun tangan, termasuk akan mengambil “tindakan sangat keras” jika Iran mengeksekusi para demonstran.
Namun pada Jumat, Trump mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin Iran karena disebut telah membatalkan rencana hukuman gantung massal. Pemerintah Iran sendiri menegaskan tidak pernah ada rencana untuk melakukan eksekusi tersebut.
Dalam pernyataan yang diduga merespons Trump, Khamenei mengatakan Iran tidak akan menyeret negara ke dalam perang, tetapi juga tidak akan membiarkan penjahat domestik maupun internasional lolos tanpa hukuman.