MOSKOW, iNews.id - Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina sebagai pembalasan atas gempuran ribuan drone, sekitar 450 di antaranya diarahkan ke Ibu Kota Moskow pada akhir pekan lalu. Serangan Rusia pada Senin (21/9/2026) menghancurkan tiga pabrik baja terbesar Ukraina.
Tiga pabrik terbesar itu adalah Zaporozhstal, Kametstal, serta ArcelorMittal milik Prancis.
Pengamat militer yang juga mantan Kapten Angkatan Laut Rusia, Vasily Dandykin, mengatakan serangan terhadap tiga pabrik baja itu bisa melumpuhkan kemampuan Ukraina untuk memproduksi senjata dan amunisi secara mandiri.
Menurut Dandykin, tanpa tanur tinggi, Ukraina tak memiliki besi kasar, baja, dan logam gulung. Tanpa bahan baku tersebut, Ukraina tidak bisa membuat sistem pelindung, laras senjata, atau lambung kendaraan lapis baja.
"Menyerang tanur tinggi berarti menyerang seluruh rantai produksi militer," ujarnya, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (22/9/2026).