Salah satu kilang minyak milik raksasa energi Rusia, Gazprom (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

MOSKOW, iNews.idBangladesh berusaha melobi Moskow demi mendapatkan pasokan minyak dari Rusia. Negosiasi tersebut berlangsung di saat Dhaka tengah diguncang aksi protes massal menyusul kenaikan harga bahan bakar di negara Asia Selatan itu.

Kantor berita Sputnik melaporkan, Bangladesh ingin membeli minyak dari Rusia meski bakal ada sanksi Barat akibat dari keputusan itu.

“Sekarang kami tengah memburu (minyak) Rusia,” ujar Duta Besar Bangladesh untuk Rusia Kamrul Ahsan, Selasa (9/8/2022).

“Saat ini saya mencoba bernegosiasi untuk mengimpor minyak Rusia. Saya tahu ada sanksi dari Amerika Serikat, tetapi saya terbuka untuk berdiskusi dengan Rusia,” tuturnya.

Diplomat itu mengatakan, Rusia telah membantu negaranya membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Sementara raksasa energi Rusia, Gazprom, memiliki kontrak untuk mengeksplorasi ladang gas di Bangladesh.

Protes besar-besaran meletus di ibu kota Bangladesh, Dhaka, atas rekor kenaikan harga bahan bakar yang mencapai 52 persen. Kenaikan harga energi itu diumumkan oleh pemerintah setempat pada Jumat (5/8/2022) lalu. 

Mahasiswa berunjuk rasa menuntut pemerintah menurunkan harga BBM dan membatalkan keputusan menaikkan tarif angkutan umum.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Barat menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia.



Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT