Sejarawan lingkungan dari Universitas La Trobe, Australia, Ruth Gamble, menggambarkan kedahsyatan banjir yang tak hanya membawa air bah tapi juga lumpur.
Hantaman lumpur yang membawa puing-puing pepohonan, batu pegunungan, maupun rumah-rumah yang hanyut secara tiba-tiba bergerak sejauh hampir 170 km ke arah selatan hingga masuk wilayah Nepal.
Rasuwa, terletak di bagian utara Nepal, merupakan distrik pertama yang terdampak hantaman banjir. Namun laporan korban jiwa juga datang dari wilayah Chitwan, jauh di selatan Nepal, yang berbatasan dengan India.
Para ahli memperingatkan risiko banjir susulan. Gelombang menyapu kota-kota di bawah atau lembah dengan lumpur pekat, menghanyutkan rumah-rumah, menghancurkan jembatan dan bendungan, serta menyeret ratusan kendaraan layaknya mainan.