Begini Suasana Natal di Arab Saudi

Anton Suhartono
Toko di Riyadh menjual pernak -pernik dan hadiah Natal (Foto: AFP)

Arab Saudi memberlakukan pembatasan perjalanan sejak Maret untuk mencegah penyebaran wabah virus corona. Larangan penerbangan sempat dicabut pada 15 September, namun kembali diterapkan sejak 20 Desember menyusul adanya virus corona varian baru di Eropa.

“Sebagai penganut Kristen yang berada di Arab Saudi, saya merayakan Natal dalam kesendirian jauh dari keluarga,” kata Jeruel Trinidad, seorang warga AS yang tinggal dan bekerja di Riyadh, dikutip dari Arab News, Jumat (25/12/2020).

“Biasanya, saya pulang saat-saat seperti ini untuk berkumpul dengan orang yang saya cintai, tapi tahun ini untuk alasan yang jelas saya terjebak di tempat ini. Saya bertahan pada Natal dengan memanjakan diri di restoran nyaman yang menyajikan hidangan favorit, melakukan konferensi video dengan kerabat di rumah, bertemu teman-teman yang mengalami kesulitan yang sama, dan yang terpenting tetap menjaga diri. Setelah semua ini selesai, saya akan pulang selagi memungkinkan," ujarnya, menambahkan.

Meskipun dihadapi kondisi Covid-19, warga asing di Saudi tetap bertekad merayakan Natal seadanya. 

Berney James, warga India yang berbasis di Riyadh, mengatakan tidak akan membiarkan pandemi Covid-19 meredam semangat perayaan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
21 jam lalu

Drone dari Irak Serang Pipa Minyak Saudi, PM Ali Al Zaidi Pecat Komandan Militer

23 jam lalu

Liga Dunia Muslim Kecam Serangan terhadap Pipa Minyak Utama Arab Saudi

24 jam lalu

Jaringan Pipa Minyak Utama Arab Saudi Dihantam Drone, Picu Kebakaran Hebat

1 hari lalu

Gawat! Kelompok Houthi Mulai Kuasai Pulau-Pulau di Selat Bab Al Mandab

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal