Belanda Ungkap Keuntungan yang Diraup dari Negara-Negara Jajahan, Segini Nilainya

Anton Suhartono
Belanda mengungkap keuntungan yang didapat dari negara-negara jajahannya (Foto: Reuters)

 Perdana Menteri Mark Rutte telah lebih dulu menyatakan permintaan maaf resmi pada Desember 2022 terkait keterlibatan negara dalam perdagangan budak selama 250 tahun. Dia mengakui praktik itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun para aktivis HAM menilai Rutte saja tidak cukup dalam memberikan permintaan maaf, melainkan raja.

Selain itu Belanda juga mempertimbangkan untuk mengembalikan karya seni yang dijarah semasa pernjajahan. 

Wilayah yang pernah menjadi koloni Belanda termasuk Kepulauan Virgin, Brasil, Mauritania, Suriname, Ceylon, serta Indonesia. Namun sebagian besar wilayah Asia yang pernah dikelola oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda, direbut dari Portugis, yang sebelumnya sudah menjajah wilayah-wilayah tersebut.

Belanda membentuk tim panel penasihat nasional pada 2020 bertujuan mengungkap sejarah kolonialnya. Langkah ini diambil setelah kematian pria kulit hitam di Amerika Serikat, George Floyd, dalam penahanan polisi. Kematian Floyd memicu gelombang perlawanan terhadap rasisme di seluruh dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 jam lalu

Momen Dubes Belanda Asyik Ikut Lomba 17 Agustusan di Duren Sawit Jaktim

22 jam lalu

Dubes Belanda Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan: Indonesia Punya Masa Depan Gemilang

1 hari lalu

Warga Gaza Ucapkan HUT Ke-81 RI, Lukis Bendera Merah-Putih di Reruntuhan Bangunan

3 hari lalu

RI Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia, Mentan Pastikan Tak Ganggu Kebutuhan Dalam Negeri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal