Benjamin Netanyahu Resmi Jadi PM Israel, Perdamaian dengan Palestina Makin Suram

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)

Kemenangan Netanyahu dalam pemilu lalu menambah penderitaan warga Palestina yang sudah lama mengalami masa suram penindasan Zionis. Pada masa menjabat, Netanyahu terus saja memperluas pemuliman Yahudi di Tepi Barat meski dikecam negara Barat.

Partai Likud yang dipimpin Netahyahu menjadikan pedoman akan mempromosikan dan mengembangkan pemukiman di tanah di mana pemeluk Yahudi memiliki memiliki hak eksklusif dan tidak dapat disangkal.

Sebagian besar kekuatan dunia menganggap permukiman Yahudi yang dibangun di atas tanah yang dicaplok dalam perang itu sebagai langkah ilegal.

Komentar Presiden AS Joe Biden

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Joe Biden berharap bisa bekerja sama dengan Netanyahu untuk mengatasi potensi gangguan keamanan di kawasan, seperti Iran. 

Namun Biden menegaskan prinsip AS di bawah pemerintahannya yang berupaya mendorong perdamaian di kawasan termasuk konflik Israel-Palestina. Biden menginginkan ditegakkannya kembali solusi dua negata.

"Amerika Serikat akan terus mendukung solusi dua negara dan menentang kebijakan yang membahayakan kelangsungannya atau bertentangan dengan kepentingan dan nilai bersama," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Militer Israel Kekurangan Tentara akibat Perang Gaza, Paling Sedikit Sepanjang Sejarah

Nasional
20 jam lalu

TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?

Internasional
21 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
24 jam lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal