Bentrokan Maut Militer dengan Pemberontak di Mali, 56 Orang Dilaporkan Tewas

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi bentrokan antara kelompok pemberontak dan militer di Mali. (Foto: Ist.)

“Saya mengonfirmasikan bahwa CMA mengambil alih kamp tersebut sekitar pukul 10 pagi setelah terjadi pertempuran yang sangat sengit,” katanya.

Dia kemudian mengatakan, CMA memutuskan untuk mundur dan tentara Mali menguasai Kota Bourem. Strategi CMA sebelumnya adalah menyerang kamp-kamp militer untuk mengambil senjata, kendaraan dan amunisi, meski Ramadane tidak mengatakan apakah itu semua benar-benar terjadi.

Sementara Angkatan Bersenjata Mali sama sekali tidak menyebutkan nama pangkalan militer yang direbut pemberontak, pun menyinggung nama CMA. Namun, mereka mengatakan situasi di sekitar Bourem kini terkendali. “Pemberontak yang masih hidup mundur ke utara,” kata pernyataan militer itu pada Selasa malam.

CMA dibentuk oleh masyarakat Tuareg yang hidupnya semi-nomaden di utara Mali. Mereka sejak lama mengeluhkan pengabaian oleh pemerintah dan meminta hak otonomi khusus untuk wilayah gurun yang mereka sebut Azawad.

CMA menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah dan milisi pro-pemerintah pada 2015. Namun ketegangan muncul kembali sejak militer mengonsolidasikan kekuasaan dalam dua kudeta pada 2020 dan 2021.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
6 hari lalu

MUI Puji Delegasi Indonesia Walk Out saat PM Israel Netanyahu Pidato di PBB

6 hari lalu

Menlu Sugiono di Sidang Umum PBB: Indonesia Akan Terus Bersama Palestina

6 hari lalu

Tragis! 14 Tentara Kazakhstan Tewas saat Latihan Perang, Tersapu Gelombang Laut

7 hari lalu

Menlu Sugiono Tegaskan Perdamaian Gaza Harus Disertai Pemulihan dan Rekonstruksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal