Segala jenis anjing dilibatkan dalam perburuan. Warga yang terlibat juga berasal dari berbagai kalangan, dari mulai penduduk pusat kota sampai pinggiran. Bahkan ada pula dari daerah tetangga yang memiliki minat yang sama, yakni berburu tikus. Mereka berkenalan melalui media sosial dan tergabung dalam komunitas ratting.
Bomani Mtume, seorang pensiunan polisi berusia 60 tahun, membawa anjingnya jenis Cairn Terrier, bergabung dalam kelompok tersebut. Dia bergabung sejak Maret bersamaan dengan dibentuknya kelompok tersebut.
Menurut dia, tikus-tikus di kotanya terkenal berani. Mereka bahkan tak lari saat didatangi.
"Ketika pertama kali berburu, mereka (tikus) bahkan tidak lari, hanya melihat anjing," katanya.
Pemburu lain yang dijuluki Nenek Kematian, Teddy Moritz (75), dikenal sebagai pakar di kalangan komunitas anjing pemburu. Dia tak ingin melewatkan perburuan tikus.
“Ini cara yang baik untuk mengendalikan tikus secara organik,” katanya, seraya menjelaskan penggunaan racun tikus membutuhkan waktu beberapa hari untuk memusnahkan hama, sementara anjing dengan cepat membunuh.
“Primitif tapi efektif,” ujarnya.