Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

Anton Suhartono
Suriah dan Prancis pada 7 Juni menyepakati pertukaran duta besar setelah terhenti selama 14 tahun atau selama kekuasaan rezim Assad (Foto: AP)

DAMASKUS, iNews.id - Suriah dan Prancis pada 7 Juni menyepakati pertukaran duta besar (dubes) setelah terhenti selama 14 tahun atau selama kekuasaan rezim Bashar Al Assad.

Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa menyampaikan kesepakatan itu dalam konferensi pers bersama mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, di Damaskus.

Sharaa menyebut kunjungan Macron sebagai tonggak sejarah menandai periode kerja sama yang damai dan mendalam antara kedua negara.

"Ini adalah kunjungan pertama presiden Prancis dalam 18 tahun. Kami mengumumkan kesepakatan untuk pertukaran duta besar antara Damaskus dan Paris," kata Sharaa, seperti dikutip dari Anadolu.

Prancis menutup kedutaannya di Damaskus pada Maret 2012, saat masih di bawah pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy. Saat itu Suriah melakukan penindasan terhadap demonstran oleh rezim Bashar Al Assad.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Prancis Membara! Latar Belakang Demo Ratusan Ribu Pelajar SMA, Singgung Guru Bolos

2 hari lalu

Demo Ratusan Ribu Siswa SMA Prancis Makin Membara, Sekolah-Sekolah Diliburkan

4 hari lalu

Negara-Negara G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak dan Solar untuk Redam Harga

6 hari lalu

Demo Besar-besaran Pelajar di Prancis Ricuh, 1.900 Orang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal