Biaya Perang Iran Tembus Rp854 Triliun, Popularitas Trump Terancam Jelang Pemilu

Anton Suhartono
Biaya perang Amerika Serikat melawan Iran membengkak hingga lebih dari 47 miliar dolar AS atau sekitar Rp854 triliun (Foto: Centcom via AP)

WASHINGTON, iNews.id - Biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran membengkak hingga lebih dari 47 miliar dolar AS atau sekitar Rp854 triliun. Lonjakan pengeluaran militer ini menjadi beban politik bagi Presiden Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026.

Angka tersebut meningkat lebih dari 25 persen dibandingkan perkiraan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) pada Juli sebesar 37,5 miliar dolar AS. Data terbaru itu diperoleh Reuters dari dokumen Pentagon, tetapi belum dirilis secara resmi kepada publik.

Membengkaknya biaya perang terjadi ketika Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas tipis di DPR dan Senat. Konflik yang pecah pada 28 Februari 2026 itu turut memicu tekanan ekonomi, terutama melalui kenaikan biaya energi yang membebani masyarakat AS.

Laporan Reuters menyebut dampak perang terhadap biaya energi telah mengurangi dukungan bagi kandidat Partai Republik dan menekan tingkat persetujuan publik terhadap Trump.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi Partai Republik menjelang pemungutan suara yang akan menentukan partai mana yang mengendalikan Kongres selama dua tahun berikutnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 menit lalu

Trump: AS Bisa Hancurkan Nuklir Iran dalam 10 Menit

4 jam lalu

Trump: AS Masih Punya 1 atau 2 Target Lagi di Iran

17 jam lalu

AS Ngotot Undang Putin ke KTT G20 meski Ditolak Negara-Negara Eropa, Ini Alasannya

18 jam lalu

Ganas! Iran Hantam 26 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah dengan 115 Serangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal